Masakan Khas Karo

Berbicara mengenai suatu daerah, pasti tidak akan lepas dari masakan khas. Begitu juga dengan Karo, Salah satu identitas Suku Karo yang belum hilang sampai saat ini dan memang tidak boleh hilang sampai kapanpun adalah bidang kuliner. Berbagai kuliner tradisional khas Karo masih tetap bisa kita temui diberbagai wilayah di Indonesia yang ditempati oleh orang Karo.

Adapun kuliner yang tetap eksis sampai saat ini, diantaranya adalah:
1. Cipera
Ciper merupakan masakan khas Karo yang terbuat dari potongan ayam kampung termasuk leher, sayap, kaki, hati,ampla dan dimasak dengan tepung jagung sampai empuk dan berkuah kental. Tepung jagungnya harus dari bulir tua jagung Medan, agar menghasilkan kuah yang kental.

Lanjut

Posted in Kuliner | Tagged , , | Leave a comment

Tahapan Pernikahan Adat Karo


Melanjutkan info mengenai pernikahan adat karo yang sebelumnya sudah pernah dipost disini. Berikut ada tambahan informasi mengenai tahapan-tahapan yang seharusnya (saat ini tidak semuanya melaksanakan) dilakukan dalam proses pernikahan secara adat karo.

Dalam pernikahan secara adat Suku Karo dikenal 3 tahapan umum yang dilakukan dalam melaksanakannya. Didalam 3 tahapan umum ini akan dibagi lagi menjadi sub tahapan.
Adapun tahapan pernikahan yang dilakukan secara adat Suku Karo secara umum adalah sebagai berikut:

I. Persiapan Kerja Adat

1. Sitandan Ras Keluarga Pekepar
Tahapan ini adalah tahapan perkenalan antara keluarga kedua belah pihak yang akan melangsungkan pernikahan, sekaligus orang tua kedua belah pihak akan menyampaikan kepada “Anak Beru” masing-masing untuk menentukan hari yang baik untuk menggelar pertemuan di rumah pihak “Kalimbubu” untuk membahas rencana “Mbaba Belo Selambar”

Lanjut

Posted in Budaya | Tagged , | Leave a comment

Mengumpulkan Koin, Menyelamatkan Rumah Adat (Sebuah Bakti Mahasiswa)

Sekumpulan mahasiswa Universitas Sumatera Utara dan Universitas Negeri Medan yang tergabung dalam Sanggar Seni Sirulo dan Sanggar Seni Tinuang melakukan pentas seni di beranda sebuah rumah adat Karo di Desa Melas, Kecamatan Dolat Rayat, Kabupaten Karo, Sabtu (29/5)

Apakah anda perduli dengan nasib Budaya Karo. Jika andad perduli silakan baca artikel ini lebih lanjut. Artikel ini saya ambil dari kompas, barangkali ada diantara kita yang belum sempat membacanya. Mari kita sama-sama lestarikan budaya karo. Berikanlah sumbangsih anda meskipun itu adalah berupa Koin.

Lanjut

Posted in Budaya | Tagged , , , , | Leave a comment

Karo as Culture Entity

Karo adalah etnis tersendiri dengan kultur dan budaya sendiri, satu etnis besar yang pernah exis di Sumatra bagian Timur. Kebesaran dalam kultur budayanya, arsitekturnya (rumah adat) begitu juga terlihat dalam filsafat hidupnya yang menggambarkan way of thinking (filosofis) yang sudah tinggi. Bukti-bukti kebesaran ini tidak tercatat secara rapi seperti manifestasi kebudayaan dan peradaban tinggi Barat atau Yunani kuno misalnya. Dari yang pernah terlihat ialah tulisan atau goresan pada bambu seperti dalam sejarah Patimpus. Begitu juga terlihat dari cita-cita Hayam Wuruk (Gajah Mada) menaklukkan kerajaan besar satu-satunya di daerah Sumatra bagian timur, satu kerajaan besar orang kafir (pemena), karena kerajaan ini bukan muslim atau bukan Aceh maupun bukan Jawi, ( ‘Kalak Jawi’ adalah panggilan orang Karo terhadap orang islam tempo doeloe, umumnya orang Melayu).

Lanjut

Posted in Budaya | Tagged , | Leave a comment

Deli Tua, Situs Sejarah yang Terlupakan

SELAIN wisata alam Danau Toba dan alam pegunungan di Bukit Lawang, Sumatera Utara (Sumut) masih mempunyai beberapa segi wisata, antara lain wisata sejarah. Salah satu wisata sejarah di Sumut yang belum banyak dikenal orang adalah menelusuri sejarah Kerajaan Haru, yang merupakan salah satu cikal bakal kesultanan yang melahirkan Istana Maimoon di Medan. Sejarah Kerajaan Haru pulalah yang memadukan masyarakat Karo, Melayu, dan Aceh pada sebuah pertalian.

Lanjut

Posted in Budaya | Tagged , , | 1 Comment