Monthly Archives: April 2009

Sibayak / Raja

Raja (Sibayak) si lit i Taneh Karo mulana empat ngenca. Sibayak siempat ras piga-piga Raja Urungna ngikutken sitersinget piga-piga perbapan si enggo ndekah umurna bagepe si tersurat emekap: 1. Kerajaan Sibayak Lingga Merga Sibayakna Karo-karo Sinulingga, inganna tading i Kuta … Continue reading

Posted in Budaya | Tagged , , | 1 Comment

Larangan dan Anjuran (Sumbang dan Suruhen)

Sumbang artinya tidak pada tempatnya, atau tidak sesuai dengan kedudukannya atau tidak seharusnya. Dalam masyarakat karo, sumbang ini bervariasi. Namun setelah dirangkum pendapat Brahmana, (TT:36-37;44-46) dan Tarigan, (Ginting, 1989:41) ada dua belas sumbang, dan kemudian ada pula dua belas suruhen … Continue reading

Posted in Budaya | Tagged , | Leave a comment

Karo dan Sifat Merganya

Sebuah konteks dalam sifat setiap manusia tidak lepas dari aspek psikologis (kejiwaan) manusia itu sendiri. Dengan kebesaran kuasaNya, Tuhan menciptakan manusia dengan keberagaman sifat. Tentu setiap manusia di muka bumi ini diciptakan dengan sisi baik dan buruknya. Manusia Karo juga … Continue reading

Posted in Budaya | Tagged , | Leave a comment

Sistem Kekerabatan di Masyarakat Karo

Kekerabatan di Bawah Payung Sangkep Si Telu Seluruh hubungan kekerabatan pada masyarakat Karo, baik berdasarkan pertalian darah maupun pertalian karena hubungan perkawinan, dapat direduksi menjadi tiga jenis kekeluargaan, yaitu: kalimbubu, senina atau sembuyak, dan anak beru, yang biasanya disimpulkan dalam … Continue reading

Posted in Budaya | Tagged , | Leave a comment

Dinamika Budaya Karo (3)

Modernisasi dan Pengaruhnya di antara Orang Karo Kita sudah melihat sendiri pada butir 3, bagaimana pemikir orientalis (Simon Rae) mengapresiasikan kehadiran Barat dan kekristenan dari sudut pandang modern, sehingga kita diajak melihat satu sisi saja dampaknya, yaitu keterlepasan orang Karo … Continue reading

Posted in Budaya | Tagged , | Leave a comment