KaroWeb.Or.Id

Media Informasi Masyarakat Karo Online

Archive for the ‘Budaya’ Category

Nama dan Pakaian Adat Karo

Ada beberapa istilah yang dipergunakan dalam pakaian adat karo yang kita kenal. Seperti:

Uis nipes
Untuk tudung, “maneh-maneh” (kado untuk perempuan), untuk mengganti pakaian orang tua (pihak perempuan) dan sebagai alas “pinggan pasu” (piring) pada saat memberikan mas kawin dalam upacara adat.
Lanjut

  • 0 Comments
  • Filed under: Budaya
  • Sibayak / Raja

    Raja (Sibayak) si lit i Taneh Karo mulana empat ngenca. Sibayak siempat ras piga-piga Raja Urungna ngikutken sitersinget piga-piga perbapan si enggo ndekah umurna bagepe si tersurat emekap:

    1. Kerajaan Sibayak Lingga
    Merga Sibayakna Karo-karo Sinulingga, inganna tading i Kuta Lingga. Kerajaan Sibayak Lingga eme simbelinna i Taneh Karo, lit 6 Urungna emekap:
    - Urung XII Kuta ringan i Kabanjahe
    - Urung si III Kuru ringan i Lingga
    - Urung Naman ringan i Naman
    - Urung Tiga Pancur ringan i Tiga Pancur
    - Urung Teran ringan i Batukarang
    - Urung Tiganderket ringan i Tiganderket
    Lanjut

  • 1 Comment
  • Filed under: Budaya
  • Sumbang artinya tidak pada tempatnya, atau tidak sesuai dengan kedudukannya atau tidak seharusnya. Dalam masyarakat karo, sumbang ini bervariasi. Namun setelah dirangkum pendapat Brahmana, (TT:36-37;44-46) dan Tarigan, (Ginting, 1989:41) ada dua belas sumbang, dan kemudian ada pula dua belas suruhen (anjuran).
    Lanjut

  • 0 Comments
  • Filed under: Budaya
  • Karo dan Sifat Merganya

    Sebuah konteks dalam sifat setiap manusia tidak lepas dari aspek psikologis (kejiwaan) manusia itu sendiri. Dengan kebesaran kuasaNya, Tuhan menciptakan manusia dengan keberagaman sifat. Tentu setiap manusia di muka bumi ini diciptakan dengan sisi baik dan buruknya.
    Manusia Karo juga tidak terlepas dari keberagaman sifat (biak) itu. Sifat yang dimiliki setiap individu Karo tentu berbeda-beda. Tapi ada sifat dasar pembawaan dari merga yang dipakainya. Mungkin juga sifat ini didasarkan beberapa sebab seperti satu keturunan (terombo), satu kampung berikut kebiasaan dan tradisinya sampai letak geografis tempat tinggal.

    Dibawah ini akan dijabarkan sedikit tentang sifat-sifat (Biak-biak) Si Lima Merga. Penulis meriset semua sifat-sifat ini dari wawancara dengan orang-orang tua, beberapa tulisan juga pengalaman pergaulan dari kehidupan sebagai orang Karo di tengah tatanan budaya Karo yang kental.
    Lanjut

  • 0 Comments
  • Filed under: Budaya
  • Kekerabatan di Bawah Payung Sangkep Si Telu

    Seluruh hubungan kekerabatan pada masyarakat Karo, baik berdasarkan pertalian darah maupun pertalian karena hubungan perkawinan, dapat direduksi menjadi tiga jenis kekeluargaan, yaitu: kalimbubu, senina atau sembuyak, dan anak beru, yang biasanya disimpulkan dalam banyak istilah, tetapi maksudnya sama yaitu: daliken si telu sama dengan sangkep si telu, iket si telu, rakut si telu. Pada suku-suku Batak yang lain seperti Toba, Mandailing, dan Angkola, maksud yang sama dikenal dengan istilah dalihan na tolu. Daliken si telu (daliken adalah tungku batu tempat memasak di dapur, sedangkan si telu adalah tiga). Hubungan antara ketiganya tidak dapat dipisahkan di dalam hal adat, menyusupi aspek-aspek kehidupan secara mendalam, menentukan hak-hak dan kewajiban di dalam masyarakat, di dalam upacara-upacara, hukum, dan di zaman yang lampau mempunyai arti yang penting di dalam kehidupan ekonomi dan politik. Pada masa sebelum penjajahan Belanda, juga termasuk ritual, dan segala aktifitas sosial. Di dalam sangkep si telu inilah terletak azas gotong-royong, dan musyawarah dalam arti kata yang sedalam-dalamnya.
    Lanjut

  • 0 Comments
  • Filed under: Budaya
  • PhotoStream

    Cari