KaroWeb.Or.Id

Media Informasi Masyarakat Karo Online

Kepahlawanan ataupun ketokohan dalam masyarakat Karo sebenarnya bukanlah suatu hal yang baru. Cerita rakyat Pawang Ternalem misalnya salah satu contoh karya seni rakyat Karo yang memiliki nilai-nilai keteladanan . Cerita itu tentu dapat memberi inspirasi rasa kepahlawanan bagi yang menghayatinya.

Dalam sejarah sebelum kolonial Belanda kita mengenal Guru Patimpus tokoh pendiri kota Medan yang bermarga Sembiring Pelawi yang menikah dengan beru Tarigan. (Sejarah Medan, Sejarah Multi Kebudayaan, Kompas 02/07/01). Hidup sekitar akhir abad XV hingga pertengahan abad XVI. Ia membuka kampung Medan di antara sungai Babura dan sungai Deli. Dikenal sebagai seorang tabib (guru dalam bahasa Karo = dukun) yang terkenal ketika itu. Sehingga banyak yang berobat kepadanya dan kampung Medan makin ramai. Hingga kini nama Guru Patimpus diabadikan menjadi nama salah satu jalan utama di kota Medan. Selain Guru Patimpus, ayahnya sendiri Tuan Si Raja Hita adalah peminpin Karo ketika itu yang tinggal di kampung Pekan (Pakan). Di Sunggal pernah dipinpin oleh Datuk Itam Surbakti yang menjadi raja Sunggal, tokoh yang hidup sekitar abat XVI.
Lanjut

  • 0 Comments
  • Filed under: Berita
  • Berbicara mengenai masyarakat Karo, tentunya bukan saja mengupas komunitas orang Karo di kabupaten Karo. Darwan Prinst, seorang tokoh masyarakat Karo memperkirakan ada sekitar tiga juta jiwa jumlah orang Karo di Indonesia (Kompas , 18/10/2001) yang tersebar di berbagai kota dan kabupaten di Sumatera Utara, seperti: Karo, Deli Serdang, Medan, Binjai, Langkat, hingga ke Dairi, Aceh Tengara, Simalungun serta di pulau Jawa. Sementara jumlah masyarakat Karo di kabupaten Karo sendiri kurang dari 300.000 jiwa. Artinya mayoritas masyarakat Karo telah berdomisili di luar Tanah Karo.
    Lanjut

  • 0 Comments
  • Filed under: Berita
  • Katika (Waktu Pada Suku Karo)

    Katika, adalah waktu pada suku Karo, yang terdiri dari: nama-nama hari, Mamis si lima, Paka (bulan), serta Desa si Waluh (Mata Angin). Keempat hal ini sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat Karo tradisional, karena setiap aktivitas mereka akan didasarkan pada katika ini.

    Pembagian hari (wari) dalam satu bulan (paka) didasarkan pada umur bulan. Apabila umur bulan satu malam, maka hari itu bernama Aditia. Untuk menentukan umur bulan (niktik wari), mereka melakukannya dengan beberapa cara, Seperti:
    Lanjut

  • 0 Comments
  • Filed under: Budaya
  • Hutan Wisata Deleng Lancuk


    Hutan Wisata Deleng Lancuk adalah nama sebuah bukit yang berada didalam kawasan Hutan Sibayak II (Sinabung) dengan luas 435 Ha. Termasuk Danau Lau Kawar telah ditunjuk menjadi TWA sesuai dengan SK Menteri Kehutanan No.08/Kpts/II/1989 tanggal 6 Pebruari 1989. secara administratif pemerintahan kawasan hutan wisata ini terletak di Desa Lau Kawar Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Daerah Tingkat II Tanah Karo. Untuk menuju lokasi ini dapat ditempuh dari Medan melalui Kabanjahe ± 1 1/2 jam, selain itu dapat juga ditempuh dari Kota Pematang Siantar melewati pinggiran Danau Toba yang sudah tentu membuat perjalanan ini mengasyikkan.
    Lanjut

  • 0 Comments
  • Filed under: Wisata
  • Rumah Adat Karo

    Pada masyarakat Karo terdapat suatu rumah yang dihuni oleh beberapa keluarga, yang penempatan jabu-nya didalam rumah tersebut diatur menurut ketentuan adat dan didalam rumah itu pun berlaku ketentuan adat, itulah yang disebut dengan rumah adat Karo. Rumah adat Karo ini berbeda dengan rumah adat suku lainnya dan kekhasan itulah yang mencirikan rumah adat Karo. Bentuknya sangat megah diberi tanduk. Proses pendirian sampai kehidupan dalam rumah adat itu diatur oleh adat Karo, dan karena itulah disebut rumah adat.

    Si waluh jabu

    Si waluh jabu


    Read the rest of this entry »

  • 0 Comments
  • Filed under: Budaya
  • PhotoStream

    Cari

    Berlangganan

    Add to Google Reader or Homepage

    Alexa

    Sitemeter

    Banner

    GrowUrl.com - growing your website