KaroWeb.Or.Id

Media Informasi Masyarakat Karo Online

Dinamika Budaya Karo (3)

Modernisasi dan Pengaruhnya di antara Orang Karo

Kita sudah melihat sendiri pada butir 3, bagaimana pemikir orientalis (Simon Rae) mengapresiasikan kehadiran Barat dan kekristenan dari sudut pandang modern, sehingga kita diajak melihat satu sisi saja dampaknya, yaitu keterlepasan orang Karo dari keterbelakangannya (dalam bidang ilmu pengetahuan) dan kepercayaannya (dalam bidang agama). Di sana kurang disinggung secara jujur, bagaimana para kolonial, termasuk para zendeling sebenarnya menghadirkan dampak negatif kehadiran mereka.

Kalau kita melihat sejarah, tentu saja kita dapat memahami bahwa modernitas diperkenalkan kepada orang Karo oleh kehadiran para kolonial, dan kehadiran para zendeling. Modernisme adalah paham yang berpendapat bahwa peradaban manusia bisa berkembang bila modernitas dan perkembangan IPTEK dipesatkan dan dimajukan, di mana rasionalisme diterapkan dalam teknologi dan industrialisasi, untuk mencapai kemajuan masyarakat.
Lanjut

  • 0 Comments
  • Filed under: Budaya
  • Dinamika Budaya Karo (2)

    I.2. Pengaruh Agama-agama Baru di Karo
    Aceh telah menganut agama Islam dan jaya pada masa pemerintahan Iskandar Muda. Demikianlah Islam kemudian timbul di Tanah Karo. Akan tetapi ada ketegangan waktu itu yang terjadi antara orang Karo dan Aceh, sehingga Islam kurang mendapatkan perhatian dari orang-orang Karo. Hal ini disebabkan karena orang Karo menganggap Aceh (Islam) sebagai musuh. Permusuhan antara Aceh dan Karo ini bisa kita lihat melalui cerita-cerita seperti Putri Hijau dan lain-lain.
    Kedatangan orang Eropa pertama kali adalah ketika William Marsden yang melaporkan perjalanannya ke Sumatera tahun 1783. Walaupun ia tidak mengunjungi Tanah Karo, tetapi Marsden telah membuat observasi yang penting tentang kepercayaan Batak, adat dan tradisi, dan hal-hal yang menarik di sana.
    Lanjut

  • 0 Comments
  • Filed under: Budaya
  • Dinamika Budaya Karo (1)

    I. Berkenalan dengan Taneh Karo Si Malem
    I.1. Dunia Karo

    Kekerabatan di Tanah Karo diikat dalam sangkep si telu yang menunjuk kepada tiga pilar yang kuat dan saling mendukung. Walau ketiga-tiganya terpisah dan memiliki fungsi berbeda, tetapi saling mendukung. Dalam masyarakat Karo ketiga pilar itu digelari kalimbubu (orangtua dari pihak istri dan semua saudara laki-laki dari pihak istri yang terdapat dalam keluarganya dan juga keluarga dari pihak ayahnya yang masih satu ibu), kemudian senina/sembuyak (semua orang yang dalam istilah Karo dipandang sebagai saudara laki-laki atau perempuan) dan anak beru (keluarga-keluarga yang temasuk dalam keluarga yang menikahi istri).

    Elemen yang paling mendasar di dalam masyarakat Karo adalah merga atau marga, yang oleh banyak orang Karo diartikan sebagai sesuatu yang “berharga”. Ada lima marga yang terdapat pada masyarakat Karo, yaitu: Karo-Karo, Sembiring, Tarigan, Ginting, Perangin-angin, beserta sub-sub marga yang ada dalam masing-masing marga itu.
    Lanjut

  • 0 Comments
  • Filed under: Budaya
  • PhotoStream

    Cari

    Berlangganan

    Add to Google Reader or Homepage

    Alexa

    Sitemeter

    Banner

    GrowUrl.com - growing your website