Jagung impor asal Bangkok banjir masuk ke Medan melalui pelabuhan Belawan.Hingga awal Desember 2009 impor jagung Sumut asal Bangkok melalui Pelabuhan Belawan terus membanjir. Tidak tanggung-tanggung, hanya dalam dua hari saja jumlahnya mencapai 9.800 ton.
Data dari Pusat Pelayanan Satu Atap (PPSA) Pelindo I Cabang Belawan menyebutkan, pada Rabu (2/12) kapal kargo berbendera Thailand bernama MV Sang Thai Quartz keagenan PT Gesury Lloyd sandar di dermaga 201 Pelabuhan Belawan membawa 4.000 ton jagung asal Bangkok.
Jagung impor milik PT Charoen Pokpan yang kini banyak dikeluhkan kalangan petani jagung tersebut dibongkar dari atas kapal oleh buruh Perusahaan Bongkar Muat (PBM) PT Gupas dengan sistem truk lossing.
Esok harinya (3/12), kapal kargo MV Thien Muang berbendera Vietnam yang diageni perusahaan pelayaran yang sama yakni PT Gesury Lloyd tiba di dermaga 111 Pelabuhan Belawan mengangkut 5.800 ton jagung impor milik perusahaan yang sama asal negara yang sama. Proses pembongkaran jagung dari atas kapal juga dengan sistem truk lossing ditangani oleh PBM PT Kaman. Seluruh jagung impor tersebut diangkut dengan truk menuju gudang penimbunannya di Medan sekitarnya.
Terus membanjirnya jagung impor asal Bangkok ke daerah penghasil terbesar jagung di tanah air ini terkesan mengabaikan jeritan petani yang mendambakan perlindungan pemerintah. Pasalnya, sebelumnya Ketua Himpunan Jagung Indonesia Sumut Jemat Sebayang telah meminta agar Pemerintah Propinsi Sumut menghentikan impor jagung memasuki puncak panen raya jagung yang berlangsung akhir Nopember 2009 dan Februari 2010. Karena keberadaan jagung impor dikhawatirkan akan menjatuhkan harga jagung lokal.
“Hentikan aktivitas impor jagung kalau memang pemerintah memperhatikan nasib petani. Segera naikkan harga referensi dasar (HRD) jagung,” tegas Sebayang. (sumber: pemko medan)
Note: Bagimana nasib petani jagung ya, kalau impor terus-terusan.
Begini lah kalau pemerintah yang tidak pernah memperhatikan kondisi masyarakat. (teringat kalau dikampung jg lagi tanam jagung)
