Media Informasi Masyarakat Karo Online
3 Dec
Seni pertunjukan Topeng dalam Masyarakat Karo Sudah lama dikenal, hal ini di tunjukkan dalam Kisah “Manuk Sigurda-Gurdi” atau ada juga yang menyebutnya dengan Gundala-gundala. Cerita kali ini ada dua versi yang berbeda yang saya dapatkan, saya sendiri belum mendapatkan sumber yang resmi tentang ini, jika nanti saya dapatkan akan dilakukan update kembali untuk cerita ini.
Cerita yang pertama tentang Gurda-Gurdi
Dimana dalam cerita ini diceritakan tentang, sebuah kerajaan yang ada di Tanah Karo. yang Dipimpin Oleh seorang raja dan di dampingi seorang permaisuri raja. Keluarga ini sangat bahagia sekali dengan kehadiran seorang Putri yang sangat cantik. Panglima raja yang gagah berani tetap setia menjaga keluarga ini.
Lanjut
6 Apr
Sumbang artinya tidak pada tempatnya, atau tidak sesuai dengan kedudukannya atau tidak seharusnya. Dalam masyarakat karo, sumbang ini bervariasi. Namun setelah dirangkum pendapat Brahmana, (TT:36-37;44-46) dan Tarigan, (Ginting, 1989:41) ada dua belas sumbang, dan kemudian ada pula dua belas suruhen (anjuran).
Lanjut
6 Apr
Sebuah konteks dalam sifat setiap manusia tidak lepas dari aspek psikologis (kejiwaan) manusia itu sendiri. Dengan kebesaran kuasaNya, Tuhan menciptakan manusia dengan keberagaman sifat. Tentu setiap manusia di muka bumi ini diciptakan dengan sisi baik dan buruknya.
Manusia Karo juga tidak terlepas dari keberagaman sifat (biak) itu. Sifat yang dimiliki setiap individu Karo tentu berbeda-beda. Tapi ada sifat dasar pembawaan dari merga yang dipakainya. Mungkin juga sifat ini didasarkan beberapa sebab seperti satu keturunan (terombo), satu kampung berikut kebiasaan dan tradisinya sampai letak geografis tempat tinggal.
Dibawah ini akan dijabarkan sedikit tentang sifat-sifat (Biak-biak) Si Lima Merga. Penulis meriset semua sifat-sifat ini dari wawancara dengan orang-orang tua, beberapa tulisan juga pengalaman pergaulan dari kehidupan sebagai orang Karo di tengah tatanan budaya Karo yang kental.
Lanjut
4 Apr
Kekerabatan di Bawah Payung Sangkep Si Telu
Seluruh hubungan kekerabatan pada masyarakat Karo, baik berdasarkan pertalian darah maupun pertalian karena hubungan perkawinan, dapat direduksi menjadi tiga jenis kekeluargaan, yaitu: kalimbubu, senina atau sembuyak, dan anak beru, yang biasanya disimpulkan dalam banyak istilah, tetapi maksudnya sama yaitu: daliken si telu sama dengan sangkep si telu, iket si telu, rakut si telu. Pada suku-suku Batak yang lain seperti Toba, Mandailing, dan Angkola, maksud yang sama dikenal dengan istilah dalihan na tolu. Daliken si telu (daliken adalah tungku batu tempat memasak di dapur, sedangkan si telu adalah tiga). Hubungan antara ketiganya tidak dapat dipisahkan di dalam hal adat, menyusupi aspek-aspek kehidupan secara mendalam, menentukan hak-hak dan kewajiban di dalam masyarakat, di dalam upacara-upacara, hukum, dan di zaman yang lampau mempunyai arti yang penting di dalam kehidupan ekonomi dan politik. Pada masa sebelum penjajahan Belanda, juga termasuk ritual, dan segala aktifitas sosial. Di dalam sangkep si telu inilah terletak azas gotong-royong, dan musyawarah dalam arti kata yang sedalam-dalamnya.
Lanjut
4 Apr
Modernisasi dan Pengaruhnya di antara Orang Karo
Kita sudah melihat sendiri pada butir 3, bagaimana pemikir orientalis (Simon Rae) mengapresiasikan kehadiran Barat dan kekristenan dari sudut pandang modern, sehingga kita diajak melihat satu sisi saja dampaknya, yaitu keterlepasan orang Karo dari keterbelakangannya (dalam bidang ilmu pengetahuan) dan kepercayaannya (dalam bidang agama). Di sana kurang disinggung secara jujur, bagaimana para kolonial, termasuk para zendeling sebenarnya menghadirkan dampak negatif kehadiran mereka.
Kalau kita melihat sejarah, tentu saja kita dapat memahami bahwa modernitas diperkenalkan kepada orang Karo oleh kehadiran para kolonial, dan kehadiran para zendeling. Modernisme adalah paham yang berpendapat bahwa peradaban manusia bisa berkembang bila modernitas dan perkembangan IPTEK dipesatkan dan dimajukan, di mana rasionalisme diterapkan dalam teknologi dan industrialisasi, untuk mencapai kemajuan masyarakat.
Lanjut